Senin, 23 Januari 2017

Korban salah urus pengelola

Para pedagang pasar kaget adalah masyarakat kelas bawah dan masayarakat kecil dan sembilan puluh sembilan persen adalah kebanyakan dari golongan pendidikan rendah dan masyarakat kurang beruntung dari segi finansial, mereka mengandalkan hidup dari hasil jualan hari itu untuk biaya makan mereka hari itu juga. Ketat dan kerasnya kehidupannya sangat mempengaruhi mental dan pola pikirnya. bayangkan bila suatu hari hujan turun mereka tidak bisa lagi berjualan lalu mereka akan makan apa??? Dalam situasi seperti ini mereka akan mencari rentenir yang bisa memberikan pinjaman dengan bunya 10-20%/ bulan yang mencekik leher. mereka tumbuh tidak menjadi orang kaya tetapi lahir dengan gaya kehidupan yang keras, mereka tertempah menjadi orang yang keras baik dari segi kehidupan juga suara keras, dan kulit tangan dan wajah juga keras....-:( -:(
Banyak orang terkesima dan heran bahkan kagum kepada para pedagang pasar kaget, alasannya mayoritas mereka mempunyai mobil minimal mobil pik up, tetapi sesungguh mereka sudah mati-matian dan berusaha sangat keras untuk bisa mendapatkan hal itu. tetapi orang yang mempunyai mobil biasanya adalah pedagang pakaian bekas alias pedagang seken baju seken, sepatu seken, gurpa-gurpak atau pedagang pecah belah dari pirirg, gelas, kobokan, kuali semuanya yang berhubungan alat-alat dapur dll. https://www.facebook.com/Hp.081364601153/publishing_tools/?refSource=pages_manager_bar klik link anda mau antar jemput dari semua tujuan di batam, bandara, pelabuhan dan semua tempat tujuan di batam. Sulitnya kehidupan maupun persaingan di pasar kaget juga menjadi masalah tersendiri bagi para pedagang dari masalah harga, harga lapak, dan juga lampu untuk penerangan pada malam harinya. eksistensi lapak atau pasar pun juga tidak ada jaminan bisa terus bertahan di lapak tersebut alasannya setiap saat Pemerintah Daerah memiliki kebijakan berbeda dari hari ke hari sehingga tidak ada jaminan akan bisa berjualan disuatu tempat seumur hidup. kuliner dan bisnis orang batak klik disini: Seperti yang terjadi di pasar kaget SMP 25 lokasi Perumahan Tiban Global, pasar kaget ini adalah pasar yang paling lama dan yang paling ramai pengunjung, kesalahan pengelolaan dan konflik kepentingan antar pengelola menjadi musibah tersendiri bagi pedagang di pasar kaget tersebut, sejak awal Januar 2017 yaitu sejak tanggal 7 Jan 2017 semua pedagang di pasar kaget tersebut tidak mendapatkan hasil yang maksimal, disamping karena lokasinya berbeda dari yang biasa sehingga para pelanggannya tidak datang untuk membeli dagangannya. sebenarnya para Pengelola sudah mempersiapkan lokasi yang baru bagi para pedagang, tetapi karena faktor lokasi atau yang biasa disebut dalam istilah ekonomi "strategi penentuan lokasi" banyak yang tidak cocok sehingga pedagang tidak mau dan juga pengunjung juga makin sepi karena lokasi pedagang terlalu jauh dari jalan utama, pihak pengelola juga sangat materialistis semua kendaraan di tagih uang parkir baik pedagang maupun pengunjung, sehingga kurang menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar